Seberapa menarik kombinasi statistik dan teknologi??

Kuliah terkenal Hans Rosling menggabungkan data publik dengan gaya seorang komentator olahraga untuk mengungkapkan kisah dunia dr masa lalu, sekarang dan perkembangan masa depan. Sekarang ia mengeksplorasi statistik dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya – menggunakan “augmented reality animasi”. Pada bagian spektakuler dari ‘The Joy of Statistik’ dia bercerita tentang dunia di 200 negara lebih dari 200 tahun dengan menggunakan 120.000 angka2 – hanya dalam waktu empat menit. Plotting Angka harapan hidup terhadap pendapatan untuk setiap negara sejak tahun 1810, Hans Rosling menjelaskan bagaimana tren kesehatan dan kekayaan global telah berubah sejak 1810. Meskipun kesenjangan gigih dan ekstrim (baik di seluruh negara dan di dalam negara), data Rosling yang menunjukkan kesenjangan antara penutupan negara-negara Barat dan non-Barat, mendorong perspektif “konvergen dunia”. Dia memproyeksikan, di masa depan, semua orang bisa membuat plot masing2 pada grafik.

Grafik yang ditunjukkan secara interaktif. Sumbu X ny menunjukkan pendapatan perkapita, smentara sumbu Y nya menunjukkan Angka Harapan Hidup di sebuah negara. Pojok kiri bawah menunjukkan kemiskinan dan tingkat kesehatan yang rendah, sementara pojok kanan atas menunjukkan realita kekayaan dan kesehatan yang tinggi. Tiap negara diwakili oleh lingkaran, diameterny menunjukkan ukuran populasinya. Warna mewakili masing-masing benua, Eropa diwakili oranye, Asia merah, Midwest (Australia dan newzealand) diwakili hijau, Afrika diwakili biru, dan Amerika diwakili kuning. Dari vidio akan dilihatkan perubahan masa sejak 1810, diawali perubahan revolusi industri. Negara asia dan afrika stak ditempat, Eropa dan Amerika mulai berkembang tarafnya. Diselingi juga dengan beberapa kejadian penyakit epidemic yang melanda di pertengahan abad 18. Di pertengahan abad 19 semua negara2 eropa dan barat lainya terus menujukkan kemakmuran, diikuti beberapa negara asia seperti jepang dan korea. Pertengahan perang dunia, jarak kesenjangan antara negara2 maju dan berkembang semakin terlihat. Awal abad 21 semua mengalami peningkatan. Namun ketimpangan antara sebuah negara berkembang dengan provinsi bahkan kota di sebuah negara maju sangat lah nampak gapnya.

– Prof Hans Rosling, seorang peneliti di bidang ilmu statistik di Swedia.

Komentarin aja

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s