Resensi Tulus : Gajah

Baru aja dengerin lagu TULUS yang album baru. Ini yang gw tunggu-tungu, album terbaru tulus. Tulus emang musisi luar biasa menurut gw. Ga sekedar bikin lagu yang enak didenger buat telinga2 jazz, tulus juga ngasih inspirasi2 dan message2 dalam tiap baitnya. Dan menurut gw itu keren banget!

Tulus
TULUS – Gajah

Album yang baru ini dikasih judul GAJAH. Tulus emang suka banget kayakny kasih judul2 lagu yang unik2 di album ini. Beberapa single nya berjudul Sepatu, Gajah, Baru, Bumerang, Tanggal Merah, merupakan judul yang unik2 menurut gw, dan lagu2 yang ga biasa dengan tema ‘indonesia’ yang kecinta2an. Beberapa yang lain yakni Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Satu Hari di Bulan Juni, Lagu Untuk Matahari, dan Bunga Tidur. Album yang ini berisi sembilan lagu keseluruhannya, dengan hits unggulan Sepatu dan Baru.

Berbeda dengan album sebelumnya yang lebih bertemakan romantisme, patah-hati, dan melankolisme pada lagu2nya. Kali ini Tulus memberikan feels yang berbeda dalam albumnya. Lagu2 dalam album ini lebih memberikan motivasi untuk move-on, bangkit, dan memberikan kepercayaan diri pada diri sendiri. Lagu ‘Baru’ yang menjadi hits single tulus yang sekarang di radio salah satunya. ‘Baru’ bercerita untuk move-on dari orang2 yang memandang sebelah mata terhadap diri kita. Sama halnya dengan baru, lagu Bumerang juga bercerita kisah untuk melupakan mantan.

“sementara kau sibuk dengan permainanmu
dengan hati yang lain, nama yang lain
sibuk merakit bumerang tuk menyerangmu
berbalik menyerangmu” – bumerang

Lagu Bunga Tidur, penuh akan makna yang liriknya seperti puisi, tentang harapan untuk membahagiakan seseorang. Sementara lagu “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, lagu tentang hubungan yang hanya berjalan di tempat dan rasa posesif. Lagu ini mungkin syarat akan makna agar kita tidak menjadi posesif dalam mencintai seseorang, *eaah hehe.

Lagu yang musiknya berbeda dengan lagu lainya di album ini, yakni “Satu Hari di Bulan Juni”. Lagu yang musiknya bertema lagu-lagu klasik amerika di tahun-tahun 50an mungkin, tapi lagu ini benar2 memberikan nuansa berbeda sehingga sangat menarik untuk didengarkan disela lagu di album lain.

“Kamu cantik (cantik) meski tanpa bedak (tanpa bedak)” – Satu Hari di Bulan Juni

Akustik jazz melalui bass dan sedikit piano di lagu “Tanggal Merah” sangat asik berpadu dengan suara Tulus. Dentum bass yang asik banget, dan ada background jentikan tangan yang menambah lucu music ini, sangat enak didengar. Bass nya asik banget menurut gw.

Lagu yang menjadi Hits single yang mengawali album ini yakni Sepatu juga menjadi salah satu lagu di album ini. Single yang sudah tidak asing lagi mungkin bagi pendengar radio. Lagu yang unik berkisah cinta, namun tervisualkan dengan kisah sepatu yang selalu bersama. Lagu yang unik, lucu, dan makna nya sebenarny luar biasa. Mencinta bak sepasang sepatu. Mungkin kita diajarkan memaknai cinta bak sepasang sepatu yang tak pernah bersatu tapi selalu bersama :3.

 “Cinta memang banyak bentuknya, mungkin tak semua bisa bersatu” – Sepatu

Gajah, ini single, yang bikin gw heran, apa sih ceritanya. Ternyata motivasi banget. Tentang pertemanan, bahwa kita ga boleh prasangka buruk ama temen. Dan mungkin hinaan yang kita dengar sebenarnya bukanlah hinaan tapi mungkin doa yang terbaik dalam bentuk berbeda. Memaknai hinaan dengan berfikir postif tentang itu. Ini lagu yang keren.

“kecil kita tak tahu apa-apa
wajar bila terlalu cepat marah
kecil kita tak tahu apa-apa
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik” – Gajah

Dan dari keseluruhan lagu Tulus di album ini, menurut gw ini yang paling keren. Lagu Untuk Matahari.

Patah karang semangat dengar mulut pedas berdebat
Yang hanya lihat salahmu
Gerah kadang pendengar dapat cibiran sang benar
Sinis mabukkan … untukmu

Mereka tak sempurna, sama juga hanya denganmu
Jangan risaukan celahmu
Mungkin mereka bulan tapi ingat kau matahari
Cahaya mereka darimu

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya

Mereka tak sempurna, sama juga hanya denganmu
Jangan risaukan celahmu
Mungkin mereka bulan tapi ingat kau matahari
Cahaya mereka darimu

(buka hatimu) buka hatimu, dengar, biar senang beralasan
Kuatkan langkah jiwamu
Waspada yang cemburu, tak semua kutukan berlaku
Kuatlah langkah hatimu

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya

Buktikan sekarang, angkat penamu tulis
Bila gemar menulis
Buktikan sekarang, bergerak suaramu
Bila gemar bernyanyi

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya

(menari bernyanyi) lakukan yang kau suka
(hidupmu) bukan hidupnya
(bicara bersorak heiii) lakukan yang kau suka
(hidupmu bukan hidupnya)

(menari bernyanyi, hidupmu
Bicara bersorak heiii, hidupmu)

Jadilah diri sendiri! Itulah inti dari lagu ini. Tidak perlu menjadi orang lain, tidak perlu takut akan celaan, tidak perlu dengar omongan orang lain, Lakukan yang kau suka! Jadilah Matahari!

Overall, semua lagunya keren. Lirik-lirik music dari Tulus memiliki citarasa bak puisi-puisi yang didendangkan. Sehingga penikmat jazz yang akan mendengar music yang santai, enak dengar, dan syarat akan makna positif. Wajar memang jika hampir semua lagu album tulus yang ini menjadi hits di 100 chart, i-Tunes.

3 thoughts on “Resensi Tulus : Gajah

Komentarin aja

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s