Puisi “Jika” (Rudyard Kipling)

Ada sebuah puisi yang sangat menyentuh gw ketika membaca 101 Self Imporvement karya John C. Maxwell. Di karya #1 New york best selling author tersebut dimuat sebuah puisi karya Rudyard Kipling. (Joseph Rudyard Kipling (30 Desember 1865 – 18 Januari 1936) ialah pengarang dan penyair Inggris. Salah satu sajak terkenalnya ialah IF (Jika). Pada tahun 1907, ia menerima Penghargaan Nobel dalam Bidang Sastra. [id.wikipedia.com]). Puisi tersebut dituliskan pada halaman ke 117, Maxwell mengatakan sebuah prolog sebelum mencantumkan puisi tersebut yakni…

“Sekolah Kehidupan menwarkan banyak pelajaran yang sulit. Kita mendaftar pada beberapa diantara pelajaran itu dengan senang hati, namun ada beberapa pelajaran lain yang kita ambil tanpa kita harapkan. Semuanya  itu bisa mengajari kita pelajaran yang penting, namun hanya jika kita bersedia untuk belajar dan merefleksikannya. Jika Anda bersikap seperti itu apa hasilnya? Anda mungkin akan bisa menerangkan emosi yang diekspresikan oleh Rudyard Kipling dalam puisinya, ‘Jika’.”

JIKA

Jika kamu bisa tetap tenang ketika semua orang
kehilangan ketenangan mereka
dan menyalahkanmu,
Jika kamu bisa mempercayai dirimu sendiri
ketika semua orang meragukanmu
Namun mempertimbangkan
pemikiran mereka juga,
Jika kamu bisa menunggu
dan tidak menjadi lelah karenanya,
Atau bisa dibohongi
namun tidak hidup dalam kebohongan,
Atau bisa dibenci
namun tidak memberi jalan untuk kebencian,
Dan tidak terlihat terlalu baik
atau berbicara terlalu bijak.
 
Jika kamu bisa bermimpi
dan tidak membiarkan dirimu dikuasai oleh impian itu,
Jika kamu bisa berpikir
dan tidak menjadikan pemikaran itu sebagai tujuanmu,
Jika kamu bisa bertemu
dengan Kemenangan dan Bencana
Dan memperlakukan kedua penipu itu
dengan sama;
Jika kamu bisa mendengar kebenaranan
yang telah kamu ucapkan
Dibelokkan oleh orang untuk menjebak si bodoh,
Atau melihat hal-hal
untuk apa kamu memberikan hidupmu
hancur,
Dan membangun mereka lagi
dengan semangat lamamu.
 
Jika kamu bisa memupuk semua kemenanganmu
Dan mempertaruhkannya
dalam sebuah permainan,
Dan kalah, lalu memulainya lagi dari awal
Dan tidak mengungkit-ungkit kekalahan itu lagi;
Jika kamu bisa
memacu jantung, saraf, dan ototmu
Untuk melakukan bagianmu
lama setelah mereka hilang,
Dan terus berpegang ketika
tidak lagi memiliki apa pun
Kecuali kehendak yang berkata,
“Bertahanlah!”
 
Jika kamu bisa berbicara dengan orang banyak
dan menjaga kebajikanmu,
Atau berjalan bersama raja
tanpa kehilangan kemampuan untuk bersikap bersahaja,
Jika baik musuh maupun sahabat yang mengasihi
bisa menyakitimu;
Jika semua orang mengandalkanmu
namun tidak terlalu berat,
Jika kamu bisa menggunakan setiap menit
dengan baik
Seakan-akan kamu sedang dalam
pertandingan lari jarak jauh,
Kepunyaanmulaah Bumi
dan segala hal yang ada di dalamnya,
Dan, yang lebih lagi, engkau akan menjadi
Seorang Manusia,anakku!!

One thought on “Puisi “Jika” (Rudyard Kipling)

Komentarin aja

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s