Meraih Keistiqamahan dan kiatnya!

Hal yang sulit dilakukan untuk seorang muslim ialah istiqmah.. Istiqamah berarti konsisten di jalan Allah. Istiqamah nya seorang muslim menandakan iman-nya yang terus meningkat dan terus mendekat kepada Allah. Ini hal yang cukup sulit, namun bisa dilakukan, memang faktanya seorang muslim kadang berada pada kondisi iman terbaiknya dan kadang kondisi iman-nya sedang menurun. Karena sifatnya, manusia memang sering dalam ketidakstabilan / tidak konsisten dalam menjalankan sesuatu.

Sungguh bergetar hati saya, ketika seorang ulama dalam ceramah shalat jum’at nya mengatakan “Sesungguhnya cirri orang-orang yang dekat dengan Allah ialah ia mencintai dan senang setiap kali menjalankan apa-apa yang dicintai oleh Allah. Sementara yang jauh… jauh.. jauh dari Allah ialah ia yang masih senang terhadap apa-apa yang dibenci oleh Allah.”

Dalam ceramahnya, dilanjutkan bahwa istiqamah nya seorang muslim ialah pencapaian terbaiknya dalam beribadah kepada Allah, bahkan istiqamah itu lebih baik dari 1000 karamah. Dijelaskan ada beberapa cara guna mencapai ke-istiqamah-an kepada Allah, yakni :

1. Berdo’a

Jarang seorang muslim berdoa untuk meminta keistiqamahan kepada Allah. Kebanyakan orang berdoa untuk dilimpahkan rizki, dsb. Padahal lebih penting sesungguhnya bagi seorang muslim untuk mengharapkan petunjuk dan konsistensi dalam jalan Allah (istiqamah). Sementara rizki seorang muslim sendiri, telah dijamin oleh Allah sesuai di Al-Qur’an, bahwa setiap makhluk yang hidup telah dijamin rizki nya oleh Allah. Sebenarnya jika seseorang sudah mencapai taraf keistiqomahan kepad Allah, sesungguhnya akan dibukakan oleh Allah pintu-pintu rizki  untuk nya dan jalan-jalan kemudahan.

2. Menuntut Ilmu Agama

Cara kedua untuk menuju keistiqamahan ialah menuntut ilmu agama. Layaknya sebuah pisau makin terus diasah akan makin tajam. Seperti itulah halnya ilmu, semakin banyak ilmu agama yang kita miliki semakin bermanfaat dan semakin membuat kita mendekat kepada Allah… Sesungguhnya perumpamaan orang yang menuntut ilmu itu, layaknya seseorang yang meminum air laut, makin ia minum makin ia haus dibuatnya. Semakin banyak seorang menuntut ilmu maka semakin tahun ia bahwa ilmunya itu sedikit.

Orang –orang yang berilmulah yang sesungguhnya semakin mendekat kepadah Allah dan semakin tebal imannya.

3. Bergaul dengan orang-orang shaleh

Kata Rasulullah, “yang bergaul dengan tukang parfum akan tercium bau parfum, sementara yang bergaul dengan tukanh besi akan tercium bau besi”. Teman adalah factor penting dalam mempengaruhi tingkah laku seseorang. Bahkan dijelaskan “kesuksesan anda dimasa yang akan datang, ialah hasil dari buku apa yang anda baca dan siapa teman anda”… Semakin banyak teman yang sejalan dalam pemikiran agama Allah , semakin kuat kita untuk mendekat kepada-Nya. Sehingga juga ada yang mengatakan bahwa tingkah laku seorang akan sama dengan siapa yang duduk disebelahnya.

Makin banyak teman-teman, sahabat-sahabat yang satu visi dalam keistiqamahan kepada Allah, semakin membuat kita terjaga.. sahabat-sahabat lah yang akan selalu mengingatkan kita dalam setiap kebaikan dan ibadah yang dijalankan.

4. Berdakwaklah

Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, tak guna ilmu tanpa di amalkan, tak manfaat ilmu jika tak disampaikan. Berdakwah ialah bagian kewajiban dari setiap orang muslim. Berdakwah berarti menyampaikan. Dengan berdakwah, menyampaikan, mengajak orang lain kepada kebaikan, secara otomatisasi kita juga turut mengajak diri sendiri untuk berbuat kebaikan dan amal ibadah sebanyak-banyaknya. Sehingga hal tersebut semakin mempertebal keimananan dan mendekatkan kita kepada Allah, dan menuju kepad keistiqamahan…


Dakwah membentuk pola pikir “multiple amal”, multiple amal yang dimaksud layaknya MLM (multi level marketing), tapi yang berlipat disini ialah amal. Makin banyak yang kita ajak, kemudian mengamalkannya,, (1 pahala).. lalu orang yang kita ajak mengajak orang lain lagi .. lalu diamalkan (1pahala dari downline kita)… sehingga betapa banyak yang didapatkan ketika kita menyampaikan satu kebaikan dan mengajak orang lain untuk melaksanakannya. Skema yang pas untuk menjelaskan pola dakwah laksana pohon yang bercabang-cabang… Batang utama pohon adalah diri kita yang berdakwah mengajak kepada kebaikan… lalu orang-orang yang kita ajak, dan para downline lainya laksana cabang-cabang dan ranting-ranting yang terus hijau menumbuhkan buah-buah ranum dan bunga bermekaran.. J Betapa efeknya kepada Islam sangat besar, jika setiap pohon mulai tumbuh subur,, maka akan muncul hutan lebat nan asri sehingga tak terpungkiri Negara khiafah akan terwujudkan.. J

Dakwah itu menyampaikan ilmu. Sehingga dalam kewajibannya jika tak terlaksana ada dua dosa yang ditimpakan kepada orang-orang berilmu, yakni …

  1. Dosa apabila ia tidak mengamalkannya.
  2. Dosa apabila ia tidak menyampaikanya.

Sehingga dikatan oleh ulama, bahwa jika ia belum dapat melaksanakan hal tersebut tapi ia sudah menyampaikannya, ia akan dikenai 1 dosa. Tapi sebaik-baiknya, jika kita melaksanakan kedua kewajiban, baik mengamalkan maupun menyampaikan. Sehingga sudah menjadi kewajiban dasar untuk berdakwah.,. “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Insyallah nantinya jika kita melaksanakan langkah-langkah diatas, makankita kita akan menjadi pribadi-pribadi yang selalu dekat kepada Allah , dan diberikan keistiqamahan dalam jalan agama-Nya. Selalu ber amar ma’ruf nahi mungkar dan teguh dalam jalan Allah. Ahkhirul kalam, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya.. Syukran.. Jazakumullah khairan katsira..😀

Komentarin aja

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s