Seberapa besar 2000 perak itu???

Seberapa besar 2000 perak itu???, ketika pertanyaan tersebut muncul mungkin sekarang ini teman-teman pasti menjawab 2000 perak itu sangatlah sedikit… “Bisa dapet apa segitu??”, “Dikit banget”, “paling bias buat beli es”, atau mungkin ada yang menjawab “paling buat sedekah doang”,, waduh parah kalo cuman bisa sedekah segitu… Namun ada sebuah kisah yang pengen saya bagi buat temene2.. kisah  yang miris banget L. Kenapa gw bisa bilang gitu simak kisah berikut..

“Bocah perepuan yang berumur kira-kira 7 tahun itu bernama Siti.. dari logatnya kayaknya ia orang Jawa Barat.. Ibunya hanya seorang pekerja serabutan.. Ibunya mengerjakan apa saja yang ia bisa, mulai dari mencangkul sawah orang lain, mencari kayu bakar, memanen, dll.. Hanya 20.000 perak yang Ibu siti dapatkan,, mungkin terkadang lebih rendah dari itu… Ayah siti sudah meninggal.. Ia sekarang hanya sepasang dengan Ibunya… Siti bukanlah anak biasa,, sepulang sekolah Siti pergi kerumah seorang pedagang baso,, ya benar, siti berdagang sepulang sekolah,, ia berdagang baso keliling dengan membawa tempat makanan berbentuk tabung besar untuk membawa baso di tangan kanannya,.. Siti kecil membawa sebuah ember berisi air serta beberapa mangkok untuk dijajahkan kepada pembeli,, setiap hari sepulang sekolah Siti kecil berteriak-teriak menjajahkan basonya ke orang-orang kampong, ia berkeliling ke rumah-rumah yang ada di kampong, ia dengan semangat dan keringatnya menjajahkan setiap piring baso ke orang-orang.. Siti kecil tak pernah kenal lelah,, padahal ia tahu berapa berat keranjang yang dibawanya itu… Ia tidak malu berjuala kesana-kemari demi membantu ibunya… padahal ia sering dihina oleh teman-temanya ketika ia di sekolah… Malu, lelah, semua dilepasnya demi membantu ibunya… Sehabis basonya siti kecil beranjak ke rumah pedagang baso,, Uang dari hasil jualan basony harus ia setorkan… Ia hanya mendapat 2000 perak, terkadang hanya 1000 perak… Hanya 2000 perak yang ia dapatkan setelah kesana kemari bercucur keringat… Pantaskah itu dilakukan oleh seorang anak kecil berumur 7 tahun,, ia bekerja keras untuk mendapatkan 2000 perak!!! Segitukah harga kerja kerasnya..”

Bayangkan teman-teman pantaskah seorang anak kecil berusia 7 tahun berdagang,, namun demi cintanya untuk ibunya,, ia menolong ibunya berdagang baso sepulang sekolah,, ia tidak MALU untuk melakukan itu semua… tapi apa yang ia dapatkan dari seluruh kerja kerasnya … HANYA 2000 PERAK.. L

Oke, setelah temen2 membaca kisah diatas,, apakah sudah tahu teman-teman akan nilai 2000 perak… uang 2000 perak mungkin tidaklah berarti dimata kita, namun coba teman-teman melihat ke saudara-saudara kita yang ada dikolong-kolong jembatan.. 2000 perak adalah harta berharga buat mereka.. bayangkan 2000 perak adalah yang berharga untuk seorang tukang parkir, 2000 perak sangatlahy berharga bagi seorang tukang sapu jalanan, 2000 perak sangatlah berharga bagi seorang pemulung.. 2000 perak adalah suatu yang berharga buat Siti kecil, dan ribuan orang-orang miskin lainya di dunia ini, 2000 perak ialah puncak rasa lelah mereka. Sekarang sadarkah teman-teman betapa berharga nya 2000 perak itu??? Bagi teman-teman mungkin 2000 perak cukup buat bayar parkir, 2000 perak hanya selembar uang, yang jika hilang tak ada apa-apanya,,, segitukah berfikir teman-teman ketika ada banyak orang yang membutuhkan hingga bercucur keringat untuk memperolehnya..

Sekarang pantaskah teman2 berfoya-foya ketika banyak [orang yang kelaparan di pinggir sana… Pikirkan lebih panjang dan lebih mendalam…

MAKNA

Ada makna tersirat dari cerita siti kecil dan rautsan orang lainya

Pertama, Kita harus BERSYUKUR setiap nikmat yang telah diberikan Allah, sekecil apapun nikmat itu,, entah itu 2000 perak atau berapapun… Mensyukuri hidup lah yang membuat seseorang bahagia,, sesungguhnya manusia itu merasa tidak akan pernah puas,,, dan Rasa Syukurlah yang membuat setiap apa yang telah kita dapatkan terpuaskan..

“Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Bayangkan seorang yang paling mulia di dunia inipun adalah orang yang paling bersyukur,, Rasulullah.. padahal beliau adalah orang yang paling dicintai Allah dan dijanjikan masuk syurga.. Tidak putusnya ibadah beliau menunjukkan bagaimana beliau mengajarkan rasa syukur kepada umatnya..

Bersyukurlah untuk setiap apa yang telah kita Allah berikan kepada kita,,, Bayangkan ketika teman2 sekalian berada di posisi Siti kecil,, ia begitu kuat untuk menjalani hidup,, ia tetap mensyukuri uang 2000 perak yang ia dapatkan.

Ketika teman2 menjadi seorang yang bersyukur, lantas apa yang akan teman2 dapatkan??? Nikmat yang berlipatlah yang akan Allah berikan, sesuai dengan janji Allah dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 7, barang siapa yang bersyukur akan Allah lipat gandakan nikmatnya, tapi barang siapa yang tidak besyukur azab Allah amatlah pedih…

Banyak orang-orang yang seenaknya saja menghambur-hamburkan uang, menghabiskan waktunya dengan sia-sia padahal Allah telah memberikan banyak rahmat, tetapi dasar manusi saja yang sombong, ketika sudah dapat sesuatu mereka lupa akan siapa yang member…

Dalam Surat Ar-Rahman, hingga Allah mengulang-ulang suatu ayat yang fenomenal,,

“Fa bi ayyi a’la i Rabbi kuma tu kadziban”… “Maka nikmat tuhanmu yang mana lagi yang akan kau dustakan”

Maka dari itu setiap apa yang kita dapatkan kita cendrung mengabaikankan, sudah seharusnya kita mensyukuri setiap nikmat yang diberikanya,, mulai dari nikmati hidup, sehat, dll… jika dituliskan tak kan cukup tinta sebanya air di lautan untuk menuliskannya…

Kedua, pelajaran yang dapat diambil ialah sudah sanggupkah kita membalas budi orang tua kita… Siti kecil yang baru berumur 7 tahun sudah mampu untuk menyisihkan waktu bermainya untuk membantu orang tuanya… dengan ikhlas ia berjalan sana kemari demi mencari uang… Ia paham akan kesulitan orang tuanya… di tubuh kecil nya tumbuh kebijaksaan dan kedewasaan yang tidak didapatkan oleh banyak orang..

Ketika sekarang teman2 berkuliah, atau bersekolah dengan enak meminta uang kepada orang tua untuk jajan… tak jarang uang itu teman2 belikan hal2 yang tidak manfaat,, tak jarang utang itu dipakai untuk berfoya2 menonton di bioskop, atau untuk ngapel di malam minggu… Tahukan teman teman berapa banyak waktu dan tenaga yang dihabiskan oleh orang tua kita untuk mendapatkan uang itu?? Atau sudah sanggupkah teman2 untuk mencari uang sendiri?? Bayangkan ketika orang tua kita membanting tulang berkeringat demi anak2nya, sementara kita menghambur-hamburkan uangnya tak jelas… Apa yang sudah teman2 beri untuk IBU DAN AYAH kita.??? Pernahkan memberinya emas, bunga, atau hanya member sekedar salam dan senym?? Pukulan telak bagi kita seorang anak seharusnya… Maka berbaktilah kepada orang tua,, dan bersyukurlah kamu bagi yang masih memiliki orang tua.. Sehingga pepatah mengatakan “Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang zaman” Doakan orang tua dan bersyukurlah…

Itulah makna di balik selembar uang yang terkadang terabaikan atau tak terpikirkan oleh kita…

“1 triliyun takkan menjadi uang 1 Trilitun tanpa uang 1000 perak di dalamnya… “

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman2, mohon maaf jika ada yang salah,, smoga dapat diamalkan.. smoga kita termasuk menjadi orang2 yang bersyukut,, TERIMAKASIH…

2 thoughts on “Seberapa besar 2000 perak itu???

Komentarin aja

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s